saya ingin sekali meceritakan hal yang terjadi tentang saya dan dia pada tahun itu.
Pernyataan pertama adalah saya tidak pernah menyesal pernah mengenalnya, dia anak yang baik, jika waktu dapat berputar dan saya tahu bahwa akhirnya seperti ini, saya tetap memilih untuk mengenalnya.
Dia sangat baik kepada siapapun, tapi tidak dengan perempuan lain, dalam kutip ia juga tidak jahat, saya baru sadar sekarang sulit menemukan laik laik macam dia, banyak yang kagum terhadapnya, tidak terkecuali saya, bagaimana bisa sosok sepertinya bisa dibenci orang?
Dia sangat bertanggung jawab akan janji dan perkataannya, dia suka jika dibutuhkan, tapi pada hari itu saya terlalu egois untuk menuntutnya untuk selalu ada, bagaimana tidak? waktu ia pada tahun itu selalu tentang organisasinya, ya dia menjabat sebagai ketua, jadi apa apa akan selalu menyangkut dirinya, saya selalu mendukungnya dari belakang, sampai pada suatu saat saya merasa selalu sendirian, saya merasa pertemuan dengan dirinya selalu perihal perbedaan pendapat lalu ber argumen hal hal yang tidak begitu penting, padahal kami berdua sama sama tahu, kita hanya sama sama merindukan.
Saya di tahun itu begitu tidak bisa berfikir panjang, tapi saya menulis ini bukan berarti saya menyesal, saya hanya ingin bercerita sedikit bagaimana saya dan ia pada tahun itu.
seperti, hanya cukup dia dimuka bumi saya rasa cukup untuk membuat saya bahagia, ini sudah tahun ke-3 , dan hati saya tetap memilihnya, walaupun sekarang ia bukan siapa siapa saya, entahlah apa yang akan terjadi ditahun tahun berikutnya.
saya dan dia menjadi kita selama 16 bulan lamanya, saya merasa bersama ia lah saya pacaran paling lama, saya merasa menjadi diri saya sendiri, saya merasa sunggu di cintai. Terimakasih pada tahun itu kamu mengajari saya bagaimana disayangi dengan tulus.
saya merindukannya setiap hari, ia selalu menjadi hal pertama yang saya ingat saat bangun tidur, dan hal yang terakhir didalam pikiran saya sebelum saya terlelap.
Waktu tahun itu, ia selalu rutin jemput saya menggunakan kendaraaan roda duanya, kami selalu berdua menembus dinginnya pagi dan panasnya sinar matahari siang, saya rindu memeluk dirinya di motor dan saya yakin dia merindukan saya memeluknya juga, saya rindu berbincang perihal apapun dengannya diatas motornya, saya rindu memakai jaketnya, saya rindu memasangkan dasi untuknya setiap upacara hari senin, saya rindu makan bekal bersamanya, saya rindu memarahinya jika ia terlalu banyak makan saus kemasan, saya rindu waktu ia marah, saya rindu waktu iya merapikan rambut saya yang keluar dari jilbab tapi ia tidak bisa merapikannya hahaha, saya rindu merapikan rambutnya menggunakan sisir, saya rindu semua hal yang berkaitan dengannya.
saya dan dia menjadi kita selama 16 bulan lamanya, saya merasa bersama ia lah saya pacaran paling lama, saya merasa menjadi diri saya sendiri, saya merasa sunggu di cintai. Terimakasih pada tahun itu kamu mengajari saya bagaimana disayangi dengan tulus.
saya merindukannya setiap hari, ia selalu menjadi hal pertama yang saya ingat saat bangun tidur, dan hal yang terakhir didalam pikiran saya sebelum saya terlelap.
Waktu tahun itu, ia selalu rutin jemput saya menggunakan kendaraaan roda duanya, kami selalu berdua menembus dinginnya pagi dan panasnya sinar matahari siang, saya rindu memeluk dirinya di motor dan saya yakin dia merindukan saya memeluknya juga, saya rindu berbincang perihal apapun dengannya diatas motornya, saya rindu memakai jaketnya, saya rindu memasangkan dasi untuknya setiap upacara hari senin, saya rindu makan bekal bersamanya, saya rindu memarahinya jika ia terlalu banyak makan saus kemasan, saya rindu waktu ia marah, saya rindu waktu iya merapikan rambut saya yang keluar dari jilbab tapi ia tidak bisa merapikannya hahaha, saya rindu merapikan rambutnya menggunakan sisir, saya rindu semua hal yang berkaitan dengannya.